Senin, 12 Februari 2018
Paket Budidaya Padi Organik – Lahan 1000 m2
Isi Paket :
1 botol POWER NUTRITION 250 gram
1 botol SUPERNASA 250 gram
1 botol POC NASA 500 cc
1 botol POC HORMONIK 100 cc
1 botol GLIO 100 gram
1 botol BVR 100 gram
1 botol PESTONA 500 cc
PENDAHULUAN
Sekarang ini, Indonesia hanya mampu memproduksi gabah padi rata-rata 4-5 ton per ha. Melalui peningkatan produksi padi yang mengutamakan pada asas K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian). PT. Natural Nusantara memiliki upaya membantu tercapainya ketahanan pangan nasional dengan menghadirkan produk pupuk organik.
Padi dapat tumbuh di ketinggian 0-1500 mdpl dengan suhu lingkungan rata-rata 19-270ÂșC. Padi membutuhkan penyinaran sinar matahari penuh tanpa naungan. Budidaya padi juga dipengaruhi oleh angin terutama untuk penyerbukan dan pembuatan. Padi dapat tumbuh baik pada tanah berlumpur yang subur dengan ketebalan 18-22 cm dan pH tanah 4-7.
PERSIAPAN BENIH
Dengan jarak tanam 25 x 25 cm per 1.000m2 sawah membutuhkan 1,5-3 kg benih. Jumlah ideal benih yang disebarkan sekitar 50-60 gram per m2. Perbandingan luas tanah untuk pembenihan dengan lahan tanam yaitu 3 : 100, atau 1.000 m2 sawah adalah 3,5 m2 pembibitan.
PERENDAMAN BENIH
Benih direndam dengan POC NASA dan air, dengan dosis 2 cc per liter air selama 6-12 jam. Tiriskan dan masukkan ke dalam karung goni, benih padi yang mengambang dibuang. Selanjutnya diperam dengan daun pisang atau dipendam di dalam tanah selama 1-2 malam hingga benih berkecambah serentak.
PEMELIHARAAN BENIH / PENYEMAIAN
Persemaian diairi secara berangsur hingga tinggi 3-5 cm. Setelah bibit berumur 7-10 hari dan 14-18 hari, dilakukan penyemprotan POC NASA dengan dosis 2 tutup per tangki.
PEMINDAHAN BENIH
Bibit yang siap untuk dipindahtanamkan ke sawan adalah yang telah berumur 21-40 hari, berdaun 5-7 helai, batang bawah besar dan kuat, pertumbuhan seragam, tidak terserang hama dan penyakit.
PEMUPUKAN
Tabel Penggunaan POC NASA dan SUPERNASA
Waktu Aplikasi
JENIS PUPUK OLAH TANAH (KG) 14 HARI
(KG)
30 HARI
(KG)
45 HARI
(KG)
60 HARI
(KG)
UREA 36,5 9 9 9 9
ZA 3,5 1 1 1 1
SP-36 6,5 1,5 1,5 1,5 1,5
KCL 20 5 5 5 5
DOLOMIT 13 3 3 3 3
SUPERNASA 2 botol ( siram) 2 botol ( siram) – – –
Catatan : Dosis produksi padi 1,2 – 1,7 ton/ 1000 M2 Gabah Kering Panen
Waktu Aplikasi
JENIS PUPUK OLAH TANAH
(KG)
14 HARI
(KG)
30 HARI
(KG)
45 HARI
(KG)
UREA 12 6 6 6
SP-36 10 50 – –
KCL – – 7 8
SUPERNASA 1 botol (siram) 5 5 5
POC NASA – 4-5 ttp/tgk (semprot) 4-5 ttp/tgk (semprot) 4-5 ttp/tgk (semprot)
Catatan : Dosis produksi padi 0,8 – 1,1 ton/ 1000 M2 Gabah Kering Panen
Waktu Aplikasi
JENIS PUPUK OLAH TANAH (KG) 14 HARI
(KG)
30 HARI
(KG)
45 HARI
(KG)
UREA 10 4,5 4 4
SP-36 11,5 – – –
KCL – – 5 6,5
POC NASA 20-40 ttp (siram) 4-8 ttp/tgk (semprot) 4-8 ttp/tgk (semprot) 4-8 ttp/tgk (semprot)
HORMONIK – – 1 ttp/tgk campur NASA 1 ttp/tgk campur NASA
Catatan : Dosis produksi padi 0,8 – 1,1 ton/ 1000 M2 Gabah Kering Panen
Cara penggunaan POC NASA dan SUPERNASA
SUPERNASA dilarutkan dengan air secukupnya, lalu disiramkan ke tanaman (cara penggunaan hanya dapat disiramkan)
POC NASA dicampur dalam air secukupnya, dapat digunakan untuk menyiram maupun menyemprot
Khusus pupuk makro SP-36 dapat dilarutkan dengan SUPERNASA atau POC NASA. Sedangkan pupuk makro lainnya disebar pada tanah di sekitar tanaman secara merata
PENGOLAHAN LAHAN RINGAN
Dilakukan saat umur 20 HST, bertujuan untuk sirkulasi udara dalam tanah, yaitu membuang gas beracun dan menyerap oksigen.
PENYIANGAN
Penyiangan dilakukan terhadap gulma atau rumput-rumput liar seperti sunduk gangsir, jajagoan, teki dan eceng gondok. Kegiatan ini dilakukan 3 kali, pada tanaman umur 4 minggu, 35 dan 55.
PENGAIRAN DAN PENGERINGAN
Penggenangan air (pengairan) dilakukan pada fase awal pertumbuhan, fase pembentukan anakan, fase pembungaan dan fase bunting. Sedangkan untuk pengeringan, hanya dilakukan pada fase sebelum bunting dan pada fase pemasakan biji. Pengeringan pada fase pemasakan biji bertujuan untuk untuk menyeragamkan dan mempercepat pemasakan biji. Pengeringan pada fase sebelum bunting bertujuan untuk menghentikan pembentukan anakan.
PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
Hama putih
Hama ini menyerang daun pada bibit padi. Gejala yang terlihat yaitu terdapat titik-titik yang memanjang sejajar dengan tulang daun, ulat menggulung daun padi. Pengendalian dilakukan dengan cara memperbaiki sistem irigasi, menggunakan tabung daun dan menggunakan Natural BVR atau PESTONA.
Thrips
Hama Thrips menyebabkan daun menggulung dan berwarna kuning sampai kemerahan, pertumbuhan bibit terhambat, dan pada tanaman dewasa menyebabkan gabah tidak berisi. Untuk pengendalian, gunakan Natural BVR atau PESTONA.
Wereng
Pada budidaya padi, hama yang paling dikhawatirkan yaitu wereng yang menyerang batang padi. Wereng merusak dengan cara menghisap cairan batang padi dan menularkan virus. Tanaman padi yang terserang hama wereng menjadi kuning dan mengering, atau kerdil. Pengendalian dilakukan dengan musuh alami seperti laba-laba dan penyemprotan Natural BVR.
Penggerek batang padi
Gejala : pucuk tanaman layu, kering berwarna kemerahan dan mudah dicabut, daun mengering dan seluruh batang kering.
Pengendalian : meningkatkan kebersihan lingkungan, diberantas menggunakan Natural BVR atau PESTONA.
Penyakit tungro
Gejala : menyerang semua bagian tanaman, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi kurang sempurna, pembungaan terhambat, malai kecil dan tidak berisi.
Pada budidaya padi, tungro bisa dikendalikan dengan menanam padi varietas tahan wereng seperti Kelara, IR 52, IR 36, IR 48 dan gunakan Natural BVR untuk mengendalikan vektor virus.
PANEN DAN PASCA PANEN
Padi dipanen jika tangkainya sudah menunduk dan bulir gabah sudah menguning 80% Gunakan sabit atau ketam untuk memanen padi
Setelah panen, malai segera dirontokkan dengan mesin perontok atau tenaga manusia
Usahakan kehilangan hasil panen seminimal mungkin
Setelah malai dirontokkan, kemudian lakukan pengeringan dengan sinar matahari selama 2-3 hari
Setelah kering lalu digiling, yaitu pemisahan gabah dari kulit dan bijinya
Beras siap dipasarkan dan dikonsumsi
Itulah beberapa poin penting dalam Teknis Budidaya Padi dengan teknologi organik, agar mendapatkan peningkatan hasil panen tanpa merusak lingkungan.
Order/konsultasi/Reselle Hubungi kami segera di :
Pin BB : 5C54D630
WA/sms/tlpn: 085293672128 (AS)
WA/sms/tlpn : 087765430116 (XL)
Terhubung langsung via WA kami klik link ini goo.gl/EQQvFh
Selasa, 06 Februari 2018
AGEN RESMI PUPUK NASA DI MATARAM
AGEN RESMI PUPUK NASA DI MATARAM,DISTRIBUTOR NASA MATARAM NTB,AGEN DISTRIBUTOR NASA MATARAM NTB,Agen Resmi Pupuk Nasa Di Bima,Jual Pupuk Organik NASA Wilayah Lombok,AGEN PUPUK NASA LOMBOK,AGEN PRODUK NASA MATARAM, AGEN PUPUK NASA MATARAM, DISTRIBUTOR NASA MATARAM, DISTRIBUTOR PUPUK NASA MATARAM, JUAL PUPUK NASA DI MATARAM, NASA MATARAM, PT NASA MATARAM, STOCKIS NASA MATARAM
Macam-macam Pupuk Organik Nasa dan Pestisida Nasa Meliputi Pop Supernasa, Poc Nasa, Hormonik, Power Nutrition, Supernasa Granule, Greenstar, Bintang Tani, Tangguh Dekomposer, Aero 810 perekat perata, Bvr, Corrin, Glio, Petana, Metilat, Pestona.
AGEN PRODUK NASA MATARAM, AGEN PUPUK NASA MATARAM, DISTRIBUTOR NASA MATARAM, DISTRIBUTOR PUPUK NASA MATARAM, JUAL PUPUK NASA DI MATARAM, NASA MATARAM, PT NASA MATARAM, STOCKIS NASA MATARAM
Konsultasi dan Pemesanan Produk Nasa:
KHAERUDIN
DISTRIBUTOR NASA
Kode Distributor N-39124
Pin BB : 5C54D630WA/sms/tlpn: 085293672128 (AS)WA/sms/tlpn : 087765430116 (XL)Terhubung langsung via WA kami klik link ini goo.gl/EQQvFh
ADD FACEBOOK KAMI:
DasanAgungMataram
Kami Adalah Distributor resmi, Agen Resmi, Pusat Toko, Harga Grosir, Supplier. Kami siap melayani Pemesanan Pupuk Nasa dalam jumlah besar maupun kecil,
Kami juga melayani pendaftaran Distributor untuk yang berniat gabung dalam pemasaran produk nasa.
Kami melayani pemesanan ke seluruh Indonesia dan mancanegara.
Percayakan pembelian pupuk nasa kepada kami, dan kami menjamin produk yang anda pesan 100% sampai pada alamat pemesan/tujuan.
Kami Sangat mengutamakan pelayanan, kredibilitas dan reputasi.
Kepercayaan anda adalah kehormatan sekaligus amanat bagi kami.
Manfaat Pupuk Nasa Pada Tanaman :
1. Memberikan supply unsur hara makro.
A. Secara langsung : melalui kandungan dalam pupuk nasa.
B. Secara tidak langsung: melalui kemampuan teknologi organic nasa dalam melarutkan deposit pupuk kimia (unsur makro) dalam tanah sehingga dapat di gunakan oleh tanaman.
2. Memberikan supply secara lengkap baik jenis maupun jumlah semua unsur mikro yang dibutuhkan oleh tanaman.
3. Menghasilkan kondisi lingkungan tanah sehingga mikroorganisme tanah yang berguna bagi tanaman akan terbantu tingkat pertumbuhannya.
Seperti diketahui bahwa bahan bahan organik (seperti sisa panenan, guguran daun dan lain lain) yang ada di tanah akan diuraikan oleh mikroorganisme pengurai tanah setempat dimana hasil peruraian tersebut juga akan menghasilkan berbagai unsur hara yang diperlukan tanaman.
Sehingga dengan semakin meningkatnya pertumbuhan mikroorganisme tersebut akan semakin membantu proses penyediaan unsur hara bagi tanaman.
Selain beberapa fungsi diatas, masih banyak lagi manfaat dan keunggulannya. Pupuk nasa juga dilengkapi kandungan hormon pertumbuhan seperti AUKSIN, GIBERELIN dan SITOKININ.
Langganan:
Postingan (Atom)


